Puisi - Kemurnian Yang Telah Lenyap
Kemurnian yang Telah Lenyap
Kini air laut yang biru itu telah berubah wujud
Menjadi lebih warna-warni
Bukan terhias dengan warna-warni bunga yang anggun
Bukan pula hasil sinaran langit senja yang menjingga
Plastik-plastik yang bertebaran dengan bebasnya
Menumpuk menutupi permukaan
Ya..
Permukaan kepolosan lautan yang biru
Sungai-sungai tak lagi menyebarkan harum yang menenangkan
Aroma busuk menyengat menjadi pengganti
Bukan..
Bukan karena ia telah bosan membagikan ketenangannya
Dan bukan pula telah lelah mengalirkan air kehidupannya yang menyejukkan
Kini tak lagi bisa mengalir dengan liar
Kini tak bisa lagi mengalir dengan riang
Sumbatan sampah-sampah itu kini jadi penghalang
Menodai jernihnya sang mata air sumber kehidupan
Nasib serupa juga dialami oleh kawannya
Para barisan pohon yang tak lagi menghiasi
Yang tersisa hanyalah hamparan bumi yang gundul
Jutaan makhluk yang tak sanggup bertahan hidup
Tak mampu melawan ganas nya perubahan
Semua kini telah hilang
Kini air laut yang biru itu telah berubah wujud
Menjadi lebih warna-warni
Bukan terhias dengan warna-warni bunga yang anggun
Bukan pula hasil sinaran langit senja yang menjingga
Plastik-plastik yang bertebaran dengan bebasnya
Menumpuk menutupi permukaan
Ya..
Permukaan kepolosan lautan yang biru
Sungai-sungai tak lagi menyebarkan harum yang menenangkan
Aroma busuk menyengat menjadi pengganti
Bukan..
Bukan karena ia telah bosan membagikan ketenangannya
Dan bukan pula telah lelah mengalirkan air kehidupannya yang menyejukkan
Kini tak lagi bisa mengalir dengan liar
Kini tak bisa lagi mengalir dengan riang
Sumbatan sampah-sampah itu kini jadi penghalang
Menodai jernihnya sang mata air sumber kehidupan
Nasib serupa juga dialami oleh kawannya
Para barisan pohon yang tak lagi menghiasi
Yang tersisa hanyalah hamparan bumi yang gundul
Jutaan makhluk yang tak sanggup bertahan hidup
Tak mampu melawan ganas nya perubahan
Semua kini telah hilang
Comments
Post a Comment